Kisah Kasih Bulan Mei: Kasih Sayang tanpa Cinta dan Hadiah yang Belum Disampaikan

“Kata orang, seseorang yang punya gunung di dadanya dan seseorang yang punya burung ga mungkin cuma sahabatan. They will fall for each other, maybe temporary, maybe too late, maybe at the wrong time, or maybe forever.”

-Potongan surat elektronik yang kuterima dari seseorang di masa lalu

Apakah benar demikian? Apakah benar bahwa ketika seorang laki-laki dan perempuan bertemu dan berteman sampai sedemikian rupa, pada suatu saat, hanya akan ada konteks “romantis” di antara mereka?

Aku tak percaya. Kenapa? Karena aku merasa bahwa aku berada dalam hubungan yang tidak seperti itu. Yang isinya hanya cinta dan kasih sayang romantis karena salah satu pihak jatuh hati kepada pihak lainnya akibat satu dan lain hal. Bahwa tidak ada lagi konteks “hanya sahabat; tidak lebih, tidak kurang” karena telah tergantikan dengan “cinta romantis antara aku dan dia”.

Walaupun kami tahu ada kasih dan sayang yang menyertai kisah kami berdua.

***

Yang dibutuhkan hanyalah sebuah komitmen. Dalam cerita kami, kami berkomitmen untuk tidak jatuh hati satu sama lain. Karena buat apa? Tidak ada keuntungan yang dapat kami ambil apabila kami jatuh hati satu sama lain. Keuntungannya akan lebih besar apabila kami tidak melibatkan hati dan kasih sayang romantis dalam hari-hari yang (mungkin) akan terus kami jalani bersama.

Meskipun demikian, kami dapat merasakan bahwa kami saling mengisi lubang yang kami punya dalam diri kami.

Dia yang terlihat mempunyai kadar hormon testosteron lebih banyak seakan cocok dan bisa melengkapi diriku yang terkesan memiliki kadar hormon estrogen dan progesteron ini.
Dia yang pernah merasakan kehidupan di negeri seberang samudera seakan melengkapi diriku yang mempunyai persepsi negatif terhadap negeri itu.
Dia yang memiliki pengalaman lebih dalam membuat kisah yang akan diceritakan lewat gambar bergerak seakan melengkapi diriku yang hanya memiliki pengalaman lebih bersama juru kamera.

***

Jujur saja, ketika aku berjanji untuk menulis ini sebagai bagian dari Kisah Kasih Bulan Mei, banyak yang terlintas yang sepertinya harus kutuangkan untuk menggambarkan seberapa pentingnya sosok Langit Rinesti dalam hari-hari terakhir (perkuliahan) seorang Kharishar Kahfi.

Tapi, mungkin karena ada urusan lain yang lebih penting (yang kita berdua tahu itu apa, tapi kita sepakat untuk tidak membahas atau bahkan menyebutkan katanya di dalam momen apapun), semua hal itu seperti sirna ditiup angin badai kehidupan yang kita tahu lebih berat daripada berat badanku sekarang.

Tapi, bukannya itu poin dari semua ini? Bahwa suatu hal yang sangat berharga, pasti tidak bisa dideskripsikan dalam kata-kata karena kita tidak akan menemukan kata-kata yang bisa mendeskripsikan dengan tepat seberapa berharga hal itu.

Yah, mungkin itu hal yang terjadi padaku terhadapmu.

Atau mungkin “si pujangga” ini hanya sedang buntu saja karena lebih memilih untuk memikirkan kata-kata untuk karya tulis lainnya.

Mungkin juga “si campers” ini masih merasa iri terhadap dirimu yang bisa merasakan salah satu momen yang dianggap istimewa di dalam hidupmu di Tanah Naga, Tanahnya Xi Jinping. Sambil mengunjungi tempat-tempat yang paling kuidamkan, seperti markas mesin terbang tak berawak itu. Damn.

So, pastikan dirimu pulang dengan selamat sekitar sembilan hari lagi, bahwa mungkin “si anak kecil yang tidak ingin tumbuh” ini mempunyai sepotong dunia yang ia persiapkan untuk dirimu. Mungkin hadiahnya tidak terlalu indah, mungkin juga hadiahnya tidak terlalu berkenan buatmu. But yeah, at least he tried, right?

***

Yang pasti, di momen bahagiamu ini, izinkan aku mengungkapkan sedikit rasa dan perspektif yang mungkin kamu bahkan sudah tahu. Mungkin kamu sudah tahu, tapi orang lain?

Maybe we have to show people that in this chaotic world, there’s still some puzzle pieces that can be present with only friendship-ness (I don’t even know if it’s a word).

Yes, we are one of them, puzzle piece who can be present with only friendship-ness.

***

For a girl who is a far better journalist than I am
For a girl who is a more dilligent and bright student than I am
For a girl who may learns a lot more about life than I do
For a girl who may complete me when I’m behind the camera

Have a belated birthday, Langit Rinesti!


Tulisan penutup dari seri Kisah Kasih Bulan Mei. Sengaja dipublikasikan di hari ini (17 Mei 2016) karena tulisan ini dimaksudkan sebagai pengantar kado ulang tahun untuk seorang Langit Rinesti.

Kenapa tulisan ini? Karena tidak ada kata-kata yang bisa disampaikan secara langsung, berhubung yang empunya tanggal ulang tahun sedang berkelana mengikuti sunah Rasul dari agama Islam: menuntut ilmu hingga negeri Tiongkok.

Semoga dirimu tidak dijadikan apa-apa oleh Xi Jinping atau dimakan naga di sana.

Pertama kalinya menulis manis tentang seseorang yang memiliki arti lebih dalam hidup yang sudah berjalan hampir 22 tahun ini. Sang penghuni hati sebelumnya bahkan tidak pernah ditorehkan sama sekali dalam blog ini, sedangkan si ENTJ jahanam ini ditorehkan padahal dia tidak pernah mau menghuni hati yang sekarang kosong ini. Kenapa? Mungkin Dia masih punya rahasia untuk kita semua yang belum ingin Dia buka sekarang.

Advertisements

One thought on “Kisah Kasih Bulan Mei: Kasih Sayang tanpa Cinta dan Hadiah yang Belum Disampaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s