Siapkah Anda?

Ada saatnya lubang itu terbuka lebar. Tidak dalam, tapi tetap menjadi sebuah lubang yang seakan siap menelan.

Tapi memang ia siap menelan. Walaupun bukan kita.

Belum. Belum sekarang.

Ada saatnya pula sesosok tubuh yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa diletakkan di dasar lubang itu. Tanpa protes, tanpa banyak tanya, tanpa keluhan apapun.

Mungkin ada protes, tapi dilemparkan di dimensi lain. Dimensi yang tidak bisa dijangkau oleh kita. Yah, tak bisa terdengar sama sekali oleh kita di dunia tiga dimensi ini.

Ada saatnya di mana orang-orang yang mengelilingi lubang itu berpikir dan mengenang satu orang. Seakan isu terpenting kala itu adalah orang di dasar lubang itu. Bukan mata uang yang melemah hingga ke titik tertinggi, bukan. Bukan penggusuran pemukiman di sudut timur ibukota, bukan. Bukan persiapan keberangkatan ke kota impian, bukan.

Semua terfokus kepadanya, yang telah terbungkus kain, yang telah berada di dasar lubang itu.

Mengenang. Meratap.

Bisa jadi bertanya.

“Siapkah saya ditinggal olehnya yang berada di dasar sana?”

“Siapkah saya apabila saya yang berada di dasar sana?”

“Siapkah saya?”

Siapkah?

**********

Sedikit kontemplasi setelah mengantarkan kepergian dua orang dalam waktu relatif dekat: seorang pahlawan yang jatuh gugur secara harfiah dan kakek yang selalu menepuk punggung ketika aku berpamitan.

Selamat jalan, pak teknisi.

Selamat jalan, aki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s