Tiba-Tiba

Kadang, kita tidak pernah menyadari, betapa cepat hidup ini berjalan. Hidup berjalan dengan cepat menuju suatu tujuan yang tidak kita sadari pula.

Dan tiba-tiba, kita terbangun di sebuah tempat yang tidak kita sadari… dan sama sekali disangka akan pernah kita kunjungi.

Tiba-tiba.

“Bro? Sekarang kita di mana nih?”
“Kita udah di negeri seberang bro. Cuma dua jam perjalanan pake pesawat, udah di luar negeri kita.”
“Gile ya. Padahal rasanya gue baru bangun di tempat tidur di kamar gue lho. Gak nyangka tiba-tiba udah di sini aja.”

Bentuk seperti itu sering kita temui. Atau bahkan kita alami.

***

“Sayang, aku cinta kamu. Kangen kamu deh. Mau ketemu.”
“Iya nih sayang. Aku juga kangen banget sama kamu.”
“Yuk ketemuan besok. Agak sorean ya, abis aku rapat sama organisasiku.”
“Rapat lagi? Rapat atau pacaran sama si itu?”
“Eh? Pacaran apa? Pacar aku kan cuma kamu sayang.”
“Ah masa? Bukannya kamu juga sayang sama dia? Si itu lho.”
“Itu kan cuma khilaf di masa lalu aja say.”
“Ah masa? Gak percaya aku, sampe sekarang.”
“Betul kok… hmm ya sudah kalo kamu gak percaya, walaupun sebenernya aku gak boong.”
“Ya sudah.”

Pasangan itu tidak pernah menyangka bahwa hidup mereka akan terbawa ke arah yang tidak pernah mereka suka: pertengkaran.

Diawali dengan perkataan sayang yang sangat manis, tiba-tiba langkah mereka mengarah ke dalam daerah pertengkaran. Tiba-tiba. Tanpa disadari… atau terlambat disadari.

Tiba-tiba.

***

Di tangga teratas di gedung milik instansi penyelidikan milik negara…
“Bagaimana pemeriksaannya pak gubernur?”
“Saya ditanyakan banyak pertanyaan oleh penyidik berkaitan dengan kasus ini. Tapi saya diperiksa sebagai saksi, bukan sebagai tersangka. Saya tidak ada hubungan apapun dengan kasus ini.”
“Yakin banget bapak tidak akan menjadi tersangka di kasus ini?”
“Saya sangat yakin tidak akan menjadi tersangka karena saya tidak melakukan apapun.”

Seminggu kemudian, di newsroom sebuah televisi berita…
“Gue dapet informasi kalau bapak gubernur yang diperiksa minggu lalu ditetapkan jadi tersangka oleh penyidik!”
“Serius? Itu info dari mana?”
“Dari pimpinan penyidik. Segera dipublikasikan aja infonya!”
“Ada tim liputan di sana? Langsung tayang!”

“Gila ya. Baru minggu lalu bilang yakin tidak akan jadi tersangka. Eh sekarang malah diciduk sebagai tersangka.”

Dari sebelumnya bebas, seketika ditahan karena menjadi tersangka sebuah kasus. Secepat itu status seseorang dapat berubah.

Seketika.

Tiba-tiba.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s