Teruntuk Bintang dan Bulan

Malam ini, aku menengadahkan kepalaku ke langit. Oh! Ternyata ada bintang dan bulan di atas sana. Tak seperti beberapa hari lalu, kali ini mereka sangat jelas tanpa diganggu awan setitikpun.

Aku suka bintang dan bulan. Cahaya yang mereka pancarkan (atau pantulkan, untuk bulan) menimbulkan sebuah perasaan di dalam dada. Aku tidak tahu apakah itu kehangatan, kebahagiaan, atau kegembiraan. Tetapi yang jelas, aku senang berada dalam waktu yang sama dengan mereka.

Tetapi aku juga benci mereka. Mereka tidak selalu ada di sana. Aku tahu mereka selalu ada, setia melayang di sebuah ruang hampa udara. Tetapi mereka tidak selalu muncul di hadapanku. Padahal rasa hangat itu mungkin tak tergantikan oleh apapun. Tapi mereka tidak selalu muncul di langit di atas pukul tujuh malam. Aku benci mereka ketika mereka tidak muncul di saat aku membutuhkan mereka.

Aku suka bintang dan bulan. Tetapi aku juga membenci mereka di saat bersamaan.

Sama seperti kamu. Sama seperti aku ke kamu.


Ditulis di bawah langit tanpa awan, penuh bintang. Sedang bingung apakah hati ini galau karena setitik hal di tanah kelahiran atau karena waktuku tinggal sebentar lagi di tanah perantauan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s