Paket Liburan Binabud: Aselole JOSS!!

Tahun 2013 adalah tahun pertama aku dapat menikmati liburan semester dari kampus tercinta (tercinta karena ngasih liburan panjang) selama 3 bulan. Well, pada awalnya memang hanya kebosanan yang mampir ke rumah karena sehari-hari hanya duduk terdiam atau menggerakkan beberapa bagian tubuh saja di depan komputer. Tapi untungnya, dari beberapa saat sebelum liburan dimulai, banyak tawaran-tawaran kegiatan pengisi liburan yang sangat menarik untuk diikuti. Menarik karena kegiatan-kegiatan itu berkaitan dengan YBA atau Yayasan Bina Antarbudaya, a partner of AFS Intercultural Programs (begitu kata logo yang biasa terpampang di spanduk, banner, dan poster).

Ritual tahunan binabud (singkatan untuk Bina Antarbudaya) ini sebenarnya udah mulai akrab di telingaku sejak pertama kali aku volunteering di Seleksi Chapter Jakarta 2 tahun lalu. Namun, apa daya, seragam putih abu-abu yang masih kukenakan dulu membatasiku untuk menjadi bagian dari ritual itu. Baru sekarang ketika aku sudah menanggalkan seragam itu selama setahun, aku bisa mengerti apa sejatinya ritual tahunan yang bisa disebut “Paket Liburan” ini dan juga menjadi bagian darinya.

Jadi, sepemahamanku, Paket Liburan Binabud ini terdiri atas beberapa kegiatan yang secara garis besar terbagi ke dalam dua kategori, sending dan hosting. Kegiatan sending terdiri atas orientasi untuk siswa yang akan mengikuti program (biasa disebut Orientasi Pra-Keberangkatan) dan orientasi untuk siswa yang baru selesai mengikuti porgramnya masing-masing (biasa disebut Reorientasi). Kegiatan hosting terdiri atas orientasi untuk siswa asing yang baru datang ke Indonesia (baru kali ini disebut On-Arrival Orientation Camp atau OAOC) dan kamp orientasi untuk mereka yang selesai bercengkrama dengan Indonesia dan akan pulang ke negaranya masing-masing (biasa disebut End of Stay atau EOS).

Sebagai pemula yang masih lugu dan imut (atau nubi yang masih tolol alias nubitol), aku cuma mengikuti beberapa dari banyak daftar kegiatan tersebut, yaitu Orientasi (Asia Pasifik dan Nasional) dan OAOC. Well, sebenarnya karena ditawarin dan nyanggupinnya cuma dua sih. Ajaibnya, di tiga kegiatan itu, aku memiliki tugas untuk menyayangi dan bermesraan dengan segala hal yang menyangkut roda, setir, dan mesin dan juga jalan dan jalan-jalan… alias bagian Transportasi. Itu sangat WOW! WOW Bangeeedhhh!

Dimulai dari Orientasi Asia Pasifik (28 Juni – 2 Juli 2013) dengan peserta 3 orang: Mario dari Jakarta, Rama dari Semarang, dan Billa dari Surabaya. “Orie kecil” ini juga sekaligus menjadi perkenalan dan latihanku menjelang kegiatan Orie Nasional yang diklaim akan lebih ramai, lebih sibuk, dan lebih hectic dari orie kecil ini. Lalu berlanjut ke Orientasi Nasional (27 Juli – 5 Agustus 2013) dengan peserta 117 orang yang jumlahnya mengalahkan 30-40an panitia. Klaim tentang orienas ini yang katanya lebih hectic dan ramai memang terbukti setelah 10 hati mengelap keringat dengan handuk Good Morning yang udah sangat dekil. Rangkaian paket liburanku pun ditutup dengan O Ei O Si (24-26 Juli 2013) yang mengenalkan Indonesia secara lebih jauh kepada 38 siswa-siswi asing dari berbagai negara. Yaa singkatnya ketemu dan ngenalin bule ke Indonesia dah.

Mungkin kurang tepat kalau Paket Liburan ini disebut sebagai tugas kepanitiaan. Walaupun ada bagian-bagian yang stressful dan membuat keringat mengucur deras dan ngos-ngosan, hampir setiap detik yang berjalan dapat dinikmati dengan sepenuh hati dan sangat bahagia. I really don’t know why; mungkin karena udara Jakarta dan Depok yang membuatku bisa bahagia… atau mungkin suasana sekitar Ramadhan-Syawal yang membuat hati menjadi berbunga-bunga… atau mungkin karena dikelilingi oleh orang-orang yang sangat hebat sehingga aku bisa menikmati setiap detik yang kujalani di Paket Liburan ini.

Ngomong-ngomong soal orang-orang yang sangat hebat… Aku merasa bahwa orang-orang yang terlibat di dalam Paket Liburan ini tidak tersusun dari molekul-molekul karbon semata seperti manusia kebanyakan. Sepertinya baik kakak-kakak panitia dan peserta program adalah hasil eksperimen seorang profesor yang menggunakan bumbu, gula, dan hal-hal yang menyenangkan yang kemudian ditambahkan dengan cairan X. Tapi hasilnya tidak menjadi 3 bocah kecil yang bisa terbang dan berkekuatan super, melainkan menjadi sekumpulan manusia-manusia hebat yang selalu memancarkan dan menularkan kebahagiaan dan kehangatan kasih sayang. Kehangatan itulah yang kurasakan selama rangkaian Paket Liburan tersebut, yang mengubahku dari sebongkah lemak tak berjiwa menjadi seorang manusia yang utuh dan bisa kembali menyadari bahwa di kehidupan yang keras dan tak berperasaan, masih ada teman-teman yang dapat membuat kita tersenyum dan menikmati indahnya dan hangatnya kasih sayang yang menyentuh hati.

Selain hangatnya kasih sayang dari semua orang, Paket Liburan ini juga sangat berkesan karena ini adalah kali pertama aku bisa menyanyikan lagu “We Are AFSers”. Sebagai seorang pejuang di seleksi binabud 3 tahun yang lalu yang gugur duluan dan masih sangat susah move on, nyanyiin lagu “We Are AFSers” dengan segenap jiwa dan semangat itu menjadi salah satu mimpi terindah, apalagi mewujudkan setiap baris lirik lagunya. Mungkin udah gak mungkin untuk mewujudkan baris pertama dari lagu itu sebagai siswa SMA peserta program, tapi mungkin masih belum terlambat untuk mewujudkannya sebagai seorang volunteer. Kalaupun terlambat… Well, better late than never, isn’t it?

Last but not least, terima kasih untuk Kak Upi (@wiegati) dan Kak Binar (@binarss) yang telah “menjebak” saya di Paket Liburan yang superduper indah ini. Terima kasih juga untuk semua kakak-kakak yang gak bisa disebutin satu persatu karena terlalu banyak; terlalu banyak jumlah orangnya dan terlalu banyak jumlah kasih sayang, cinta, semangat, dan senyuman yang diberikan dan ditularkan selama Paket Liburan. Kalau ada urusan bus dan transport lainnya yang harus diselesaikan di kepanitiaan lain, mungkin saya bisa bantu (<- kode supaya diajak kepanitiaan lagi).

Selamat berjuang wahai kalian peserta program sending yang berada di seberang lautan sana dan program hosting yang sedang berpanas-panasan di Indonesia! Selamat menikmati setahun yang indah yang belum sempat diriku nikmati. Yang penting, tetap sehat dan tetap semangat!

Aselole JOSS!

P.S.
Terima kasih juga untuk Kak Mute (@prawitamutia) yang telah menularkan semangat dan inspirasi untuk menulis kisah yang indah ini. Kisah tentang perjalanan yang hampir sama dari sudut pandang yang berbeda bisa dilihat di sini. Cheers! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s