Februari Itu…

Februari itu bulan mellow.
Februari itu bulan lembut.
Februari itu bulan kontemplasi.

Februari itu bulan mellow
Bulan di mana sesosok tubuh besar berubah
Berubah dari tubuh penuh lemak yang susah ditembus
Menjadi tubuh tipis yang mudah ditembus
Jangankan Malaikat Juga Tahu yg berujung runcing…
Daylight yang ujungnya pun tidak lebih runcing bisa sukses menyibukkan kelenjar air mata

Mungkin karena pertemuan Keluarga Apel
Sebuah pertemuan yang berhasil membuka hatiku
Mungkin karena Rectoverso
Film yang telah sukses membuatku menangis paling deras di antara 5 cewek teman nonton
Mungkin karena stress akan tugas
Yangg membuatku menyadari bahwa ada hal manis dan lembut selain tugas yg mengepungku

Februari itu bulan lembut
Di mana sisi lembut sesosok tubuh ini semakin timbul
Memikirkan hal-hal manis untuk sang permaisuri tak bermahkota
Memikirkan hal-hal (hampir) mustahil untuk orang-orang tercinta, untuk diri tercinta

Mungkin karena aku memang begitu
Tapi selama ini tertekan dan tak keluar
Mungkin karena aku melihat yg keras
Jadi berusaha untuk mengembalikan keseimbangan dunia

Februari itu bulan kontemplasi
Bulan di mana aku kembali bertanya
Mempertanyakan segala hal yg bisa ditanya
Mulai dari mimpi bahkan sampai “keperluan sehari-hari”

Mungkin karena aku memang suka bertanya
Didorong oleh rasa suka akan investigasi
Mungkin karena mata kuliah
Matkul filsafat yg mendorong untuk berpikir rasional dan kritis
Mungkin karena ketidakpastian
Keraguan akan semua hal yg harus diragukan dan diperbaiki

Februari itu awal perubahan dan perbaikan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s